Kamis, 17 Desember 2009

Menuju Bogor Produksi Padi Mandiri


MENUJU BOGOR PRODUKSI PADI MANDIRI

Seperti kita ketahui bersama bahwa padi merupakan sumber makanan pokok masyarakat kita pada umumnya, dan sesuai dengan program pemerintah yang mencanangkan kenaikan produksi beras sebanyak 3% untuk tahun 2009.

Untuk mewujudkan hal tersebut harus di dukung oleh sarana dan prasarana dan tekhnologi yang memadai,ini terlihat dari program-program pemerintah melalui departemen pertanian seperti SLPTT, PUAP, BLP, LM3, dll.

Kabupaten Bogor saat ini dengan jumlah penduduk ± 4.300.000 jiwa mempunyai tantangan tersendiri untuk memenuhi kebutuhan beras bagi penduduknya, dengan asumsi kebutuhan perjiwa adalah 0.3kg maka Kab.Bogor harus mampu mampu memproduksi beras ± 464.400.000kg/th. jumlah tersebut merupakan jumlah kebutuhan terbesar di seluruh kabupaten di Jawa Barat artinya Kab Bogor dengan luas lahan panen pertahun ± 85.000 ha maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut perhektar sawah harus memproduksi 9 ton/ha,saat ini kamampuan produksi gabah Bogor masih di bawah 6 ton/ha artinnya kita baru mampu memproduksi beras ± 306.000.000 kg dan itu berarti Bogor masih kekurangan beras ±158.400.000 kg./thn.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka kita semua di tuntut untuk bekerja lebih keras lagi guna mewujudkan Bogor menuju kemandirian pangan kami yakin hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil untuk di lakukan,hal ini di dasarkan pada keadaan persawahan di Kab.Bogor yang masih sangat baik di mana penggunaan pupuk Anorganik yang tidak berlebihan selama ini,jika hal ini bisa di lakukan maka bukan tidak mungkin Bogor akan menjadi pilot untuk program ketahanan pangan Nasional hal tersebut berdasarkan jumlah penduduk yang paling banyak di Jabar dan area persawahan yang tidak terlalu luas di banding dengan wilayah lain yang ada di Jabar.

Untuk mewujudkan hal tersebut tentunnya di butuhkan kerjasama yang sangat baik dari berbagai pihak yang berhubungan dengan sektor pertanian khususnya padi,dengan cara inilah kita akan mampu menjadikan Bogor sebagai wilayah yang patut untuk di perhitungkan dalam hal kamandirian pangan daerah.

Kami yakin ini merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan hal tersebut,dan merupakan suatu kebanggaan kita bersama jika bisa menjadikan Bogor sebagai kabupaten yang mandiri dalam hal kemandirian pangan.

Berdasarkan hal tersebut diatas kami salah satu perusahaan Pupuk Organik Cair dengan merk dagang NUTRISI GEMAH telah melakukan aplikasi-aplikasi di beberapa daerah di Kab.Bogor dan beberapa kabupaten lainnya di Jawa Barat,khusus di Wilayah Kab.Bogor kami telah membuktikan komitment kami sebagai salah satu Pupuk Cair Organik yang mampu meningkatkan hasil produksi dan juga mampu menekan biaya produksi.

Ini telah kami buktikan secara langsung di beberapa wilayah di antaranya : Caringin, Cisalada, TuguJaya, CiBalung, Cijeruk, Cibungbulang, Jasinga, Cilambur Rumpin,dan beberapa wilayah lain yang belum panen.dan di luar wilayah Bogor kami juga mengaplikasikan di Garut, Kerawang, Tasik, Indramayu, Sukabumi, Cianjur, serta beberapa wilayah lain seperti Jawa tengah yaitu di wilayah Cilacap, Banyumas, Brebes, Purworejo, Grobogan, Kendal, Salatiga, Batang. Serta di luar pulau Jawa kami telah aplikasikan pula di Pulau Sumatra diantaranya Wilayah Lampung,Bengkulu,Siantar,Serta di Pulau Kalimantan Timur telah kami aplikasikan pula di wilayah Tanah Paser,Babulu,Penajam,dan terakhir kami aplikasikan di Wilayah Sulawesi Yaitu di wilayah Pinrang.

Dari hasil aplikasi tersebut kami sendiri merasa sangat terkesan atas hasil yang di peroleh dengan rata-rata hasil tertinggi adalah 13.6 ton dan terendah adalah 8.32 ton, jika di rata-ratakan adalah 10 ton/ha ini semua kami yakini bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata keberhasilan dari NUTRISI GEMAH saja akan tetapi juga merupakan keberhasilan Petani,PPL dan system atau pola tanam yang di lakukan oleh para petani. Dan kami juga telah melaksanakan panen raya di BP3K Wilayah Cibungbulang dan kami mendapatkan hasil bataan adalah 6.2 kg dan jika di perhitungkan perhektar adalah 9.92 ton/ha.panen raya tersebut juga di hadiri diantaranya oleh anggota DPRD dari komisi D bagian pertanian, Kepala BP4K, Kepala BP3K, Distanhut, KTNA wilayah setempat, dan juga para petani yang ada di wilayah BP3K Cibungbulang.

Dari hasil aplikasi yang telah kami lakukan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi kami selaku produsen Pupuk Cair Organik Nutrisi Gemah untuk terus memberikan yang terbaik bagi bagi Kab.Bogor menuju padi mandiri,dan kami sedang berupaya untuk terus melakukan sosialisasi penggunaan Nutrisi Gemah di Kab.Bogor dengan harapan Pemerintah Kab. Bogor bisa merespon dan bekerjasama dengan kami untuk mewujudkan kembalinya Kab.Bogor sebagai salah satu produsen padi di Jawa Barat.dasar pemikiran tersebut adalah hasil panen yang telah kami dapat yaitu rata-rata 9.5 ton jika kita perhitungkan dengan jumlah kebutuhan Kab.Bogor maka perhitungannya adalah :

Luas panen pertahun : 85.000

Panen / ha : 9.5 ton

Jumlah hasil panen : 807.500 Ton

Hasil rendeman : 484.500 Ton

Kebutuhan beras/tahun : 464.400 Ton

Kelebihan Produksi beras : 20.100 Ton

Khusus di Kab.Bogor kami telah bekerjasama dengan BP3K yang ada di Kab.Bogor dan kami yakin bahwa kerjasama ini bisa berjalan dengan baik,dan kami juga berusaha untuk memberikan kerjasama yang lebih baik lagi untuk para petani di Kab.Bogor yaitu dengan cara bantuan yang kami namakan BOP (Bantuan Operasional Petani).

Kami ilustrasikan jika Bogor masih memiliki luas area sawah padi adalah 50.000 ha dan bantuan yang kami berikan adalah ± Rp.4.000.000,- maka jika produk kami mampu terserap untuk 10.000 ha maka bantuan yang kami berikan adalah Rp.400.000.000,-/musim maka jika dalam satu tahun penen tersebut 2 (dua) kali panen maka bantuan yang bisa di berikan adalah Rp.800.000.000,- dan itu akan kami perhitungkan untuk penjualan produk kami di seluruh Kab.Bogor.

Demikian rangkuman hasil aplikasi NUTRISI GEMAH yang telah kami lakukan di Wilayah Bogor, untuk kedepan kami sangat mengharapkan sekali bisa melakukan kerjasama yang baik dengan pemerintah Kab.Bogor dalam hal pengadaan Pupuk Cair Organik baik berupa bantuan maupun program-program pertanian yang akan di laksanakan oleh pemerintah Kab.Bogor.

Bogor, 01 November 2009

Budi.Setiawan