<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1757033918354071337</id><updated>2012-01-12T06:39:27.755-08:00</updated><category term='tanaman pangan'/><category term='stok pangan'/><category term='Seper Palmas'/><category term='Ketahanan Pangan'/><category term='kebijakan pangan'/><category term='Nutrisi Gemah'/><title type='text'>NUTRISI GEMAH - SUPER PALMAS</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1757033918354071337/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Indra R. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13434368350700376961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_RAwUiiBPNbs/TSiPmpSKK9I/AAAAAAAAABI/T-WnZV_uBgU/S220/Lighthouse.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1757033918354071337.post-5361376728284113964</id><published>2011-06-28T18:32:00.000-07:00</published><updated>2012-01-12T06:39:27.800-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebijakan pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stok pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketahanan Pangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanaman pangan'/><title type='text'>Ketahanan Pangan Nasional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family:arial;"&gt;KETAHANAN PANGAN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketahanan pangan  diartikan  sebagai suatu kondisi ketersediaan pangan yang cukup bagi setiap orang pada setiap saat dan setiap individu yang mempunyai akses untuk memperoleh pangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam pengertian ini  faktor utama dalam  ketahanan pangan mencakup: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;a.Kecukupan (ketersediaan stok ) pangan antar waktu musim panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;b.Stabilitas ekonomi pangan dan segala aspeknya yang mencakup  budidaya pertanian dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;   penanganan pasca panen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;c.Kemampuan  bagi setiap individu untuk mendapatkan pangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahanan pangan termuat pada Undang-undang pangan Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan, Undang-Undang ini ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan yang meliputi ketersediaan pangan keluarga dan individu secara berkesinambungan dan terjangkau, dalam hal ini  mencakup juga swasembada pangan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ujung tombak penjaga ketahanan pangan kita adalah petani dan lebih dari  60% penduduk Indonesia ini hidup dari sektor  pertanian, maka  petani perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak baik  pemerintah selaku pembuat kebijakan dan swasta sebagai pelaku usaha dan juga perbankan sebagai sumber permodalan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bila produktivitas dan pendapatan petani  meningkat khususnya petani yang menghasilkan tanaman pangan al. Padi, Jagung, Kedelai, Tebu, Ubi kayu dan kacang tanah, maka dengan sendirinya petani akan semakin besar mampu memberikan  dukunganya kepada ketahanan pangan nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hal tersebut dapat terlilhat dalam beberapa hal sebagai berikut:Pertama, jika produktivitas usaha tani meningkat, berarti suplai pangan nasional meningkat pula. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kedua, dengan meningkatnya pendapatan petani maka petani memperoleh pendapatan yang lebih baik , berarti akses petani terhadap pangan meningkat pula.  sekitar 60% penduduk Indonesia ini hidup dari sektor  pertanian  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  kendala yang sering  dihadapi petani sehingga mereka mengalami kesulitan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatannya al:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kendala  sumber daya lahan, sebagian besar petani kita adalah petani lahan sempit. Atau keterbatasan lahan merupakan kendala umum yang banyak dihadapi petani  untuk memperoleh pendapatan usaha tani yang layak, rendahnya akses petani terhadap perkembangan teknologi tepat guna  untuk pengolahan lahan yang baik, penggunaan bibit unggul, penggunaan pupuk yang tepat dan  berimbang, minimnya akses untuk memperolah  dana dan permodalan dari perbankan ,  kendala penanganan  pasca panen  produksi pertanian, serta jaminan pemasaran dan kesetabilan harga  terhadap hasil pertanian kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beberapa strategi dan kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani dapat dilakukan antara lain dengan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kebijakan yang berorientasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi pedesaan sekaligus meningkatkan produksi pangan nasional. Kebijakan tersebut meliputi pembukaan lahan pertanian baru yang  bertujuan agar para petani memiliki luas lahan yang cukup memberikan keuntungan untuk dikelola sekaligus meningkatkan produktivitas usaha taninya. Pembukaan daerah lumbung pangan  ini dapat direalisasikan dalam wujud pembangunan areal pertanian baru yang luas di luar Jawa untuk dibagikan kepada petani, para petani guram (petani berlahan sempit ataupun penggarap), para peladang berpindah, dan perambah hutan yang diikuti dengan bimbingan dan pendampingan  budi daya pertanian secara modern serta mekanisasi pertanian berorientasi komersial .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah juga harus mampu membuat kebijakan harga yang wajar terhadap hasil panen petani, dalam hal ini sangat penting adanya kebijakan harga dasar yang efektif dan penerapan tarif impor terhadap beberapa komoditi pangan sehingga produksi pertanian kita mendapatkan perlindungan harga yang baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kebijakan berikutnya adalah peningkatan akses petani terhadap kredit perbankan dan kemudahan untuk mendapatkan  kredit,  serta sebanyak mungkin memberikan dana berputar atau pinjaman lunak untuk perbaikan sarana produksi pertanian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sedangkan upaya penting lainnya  untuk peningkatan produksi pertanian adalah dengan  Peningkatan penggunaan teknologi pertanian yang terbaru yang  mudah diaplikasikan sesuai dengan kondisi sosial masyarakat petani setempat, hal ini dapat dilakukan dengan terus meningkatkan peran Penyuluh Lapangan yang mampu mendampingi kelompok Tani di daerahnya masing- masing. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menjaga ketersediaan pupuk dan dengan tetap menerapkan kebijakan subsidi pupuk ataupun bantuan Pupuk Organik cair berkulaitas  dan obat-obatan pertanian  secara langsung kepada Petani.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kebijakan yang berorientasi terhadap  aspek ketersediaan pangan yang meliputi pemetaan wilayah yang potensial rawan pangan serta ketersediaan   bufferstock  pangan  ke wilayah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selanjutnya  perlu juga  dilakukan kebijaksanaan  diversifikasi pangan, kebijakan ini bertujuan membiasakan rakyat mengkonsumsi makanan sehari-hari dari berbagai jenis pangan. Dengan terwujudnya kebiasaan makan yang baru tersebut, ketergantungan terhadap salah satu komoditas pangan dapat dikurangi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Alternatif kebijakan ini, antara lain, pengembangan sumber beragam pangan lokal termasuk dukungan kebijakan harga, pengolahan pangan,  riset dan pengembangannya untuk memacu produktivitas komoditas pangan selain beras, pengolahan dan penyediaan berbagai jenis bahan pangan dalam bentuk siap olah untuk masyarakat di daerahnya masing - masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kebijakan yang tidak kalah pentingnya  adalah kebijakan yang berorientasi terhadap  stabilitas ketahanan pangan antar masa  waktu musim panen, perlu diingat dengan kondisi iklim  yang tidak menentu pada tahun – tahun mendatang perlu dipersiapkan adanya sistem penanganan dan penyimpanan hasil panen untuk waktu yang lebih panjang yang tentunya harus melibatkan Pemerintah, Petani dan Swasta untuk menjaga stok ketersediaan pangan dari waktu - kewaktu pada masing – masing daerah.- (irr)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--SCM Music Player by Adrian C Shum - http://scmplayer.net--&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://scmplayer.net/script.js" &gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;SCMMusicPlayer.init("{'skin':'skins/aquaPurple/skin.css','playback':{'autostart':'false','shuffle':'false','volume':'30'},'playlist':'http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&amp;v=oni0tO_HN30','placement':'bottom','showplaylist':'false'}");&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--End of SCM Music Player script--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1757033918354071337-5361376728284113964?l=nutrisigemah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/feeds/5361376728284113964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/2011/06/ketanan-pangan-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1757033918354071337/posts/default/5361376728284113964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1757033918354071337/posts/default/5361376728284113964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/2011/06/ketanan-pangan-nasional.html' title='Ketahanan Pangan Nasional'/><author><name>Indra R. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13434368350700376961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_RAwUiiBPNbs/TSiPmpSKK9I/AAAAAAAAABI/T-WnZV_uBgU/S220/Lighthouse.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1757033918354071337.post-3704931183523325927</id><published>2011-05-31T22:40:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T05:15:51.555-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Gemah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seper Palmas'/><title type='text'>Jurnal Bogor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vy2fnGCwNcY/TgxopcQHlUI/AAAAAAAAACg/0wPmkAvX7zc/s1600/IMG_0002.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vy2fnGCwNcY/TgxopcQHlUI/AAAAAAAAACg/0wPmkAvX7zc/s320/IMG_0002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5623985095846630722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1757033918354071337-3704931183523325927?l=nutrisigemah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/feeds/3704931183523325927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/2011/05/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1757033918354071337/posts/default/3704931183523325927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1757033918354071337/posts/default/3704931183523325927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/2011/05/blog-post.html' title='Jurnal Bogor'/><author><name>Indra R. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13434368350700376961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_RAwUiiBPNbs/TSiPmpSKK9I/AAAAAAAAABI/T-WnZV_uBgU/S220/Lighthouse.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vy2fnGCwNcY/TgxopcQHlUI/AAAAAAAAACg/0wPmkAvX7zc/s72-c/IMG_0002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1757033918354071337.post-7822990046966278305</id><published>2011-05-30T05:42:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T05:43:34.418-07:00</updated><title type='text'>PUPUK BERIMBANG</title><content type='html'>PENTINGNYA PEMUPUKAN BERIMBANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sebagai salah satu Negara Agraris yang masyarakatnya banyak mengandalkan kehidupannya pada sektor pertanian  sudah seyogyanya terus aktive mencari terobosan teknologi pertanian mulai dari persiapan lahan, bibit yang baik , pemupukan , Pengendalian organisme penggangu tanaman (OPT) hingga penanganan  pasca panen&lt;br /&gt;Salah  satu hal yang mendasar di atas adalah persiapan lahan dan sistem pemupukan yang berimbang karena mempunyai  dampak  sekarang dan masa mendatang terhadap keberhasilan pertanian Indonesia.&lt;br /&gt;Menurut hasil penelitian setiap tanaman memerlukan sedikitnya 16 unsur untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal  dan dapat menghasilkan dengan baik,  Unsur – unsur tersebut   adalah Hidrogen, Oksigen, dan Karbon ketiga unsur di atas dapat diperoleh secara langsung dari udara namun ada tiga belas unsur lainnya yang harus diberikan dari luar yaitu  N, P, K, Mg, Ca, S,Cl,  Fe, Cu, Mn,Zn, B, Mo &lt;br /&gt;Setiap tanaman baik  akar, batang, daun dan buah bila dianalisa selalu mengadung ke 16 unsur diatas, artinya didalam tanah  selalu terjadi penurunan jumlah kandungan unsur – unsur di atas akibat terangkut pada masa panen. Perlu diingat semua unsur – unsur ( zat- zat) di atas mempunyai fungsi yang saling terkait antara satu unsur dengan unsur lainnya.&lt;br /&gt;Bila pemupukan hanya mengandalkan pada pupuk yang mengandung dua atau tiga unsur saja tanpa adanya penambahan unsur lainnya maka hal itu hanya melakukan pemborosan saja karena tidak dapat dimanfaatkan secara optimal  oleh tanaman dan  niscaya di masa mendatang tanah akan kekurangan unsur- unsur yang lainnya, yang selanjutnya bila dilkukan secara terus menerus dapat menyebabkan berkurangnya hasil produksi pertanian Nasional.&lt;br /&gt;PT. Gemah Ripah Kayaku bersama  dengan PT. Purut Sugih Makmur yang yang bergerak di sektor pertanian telah lama  Fokus   terhadap pentingnya pemahaman  pemberian Nutrisi atau pemupukan yang  lengkap dan berimbang pada setiap tanaman, hal ini dibuktikannya dengan selalu melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap penggunaan pupuk yang berimbang dan tepat guna melalui kombinasi antara pupuk Makro (N, P, K, )  dan  penggunaan  Pupuk Organik Cair secara langsug  pada  petani Padi, petani Hotikultura dan kelapa sawit diberbagai daerah.&lt;br /&gt;Sosialisasi dan pendampingan Penggunaan Pupuk Organik Cair ini terbukti mampu memberikan peningkatan yang signifikan terhadap hasil  produksi pertanian pada setiap komoditi tanaman, dan dengan selalu menjaga ketersedian unsur – unsur yang perlukan oleh tanaman maka  diharapkan kedepan kita dapat  menjaga kesuburan lahan pertanian dan yang utama adalah adanya peningkatan produksi  sektor pertanian. –irr-grk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1757033918354071337-7822990046966278305?l=nutrisigemah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/feeds/7822990046966278305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/2011/05/pupuk-berimbang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1757033918354071337/posts/default/7822990046966278305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1757033918354071337/posts/default/7822990046966278305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/2011/05/pupuk-berimbang.html' title='PUPUK BERIMBANG'/><author><name>Indra R. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13434368350700376961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_RAwUiiBPNbs/TSiPmpSKK9I/AAAAAAAAABI/T-WnZV_uBgU/S220/Lighthouse.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1757033918354071337.post-5385818320442614086</id><published>2009-12-17T02:29:00.000-08:00</published><updated>2009-12-17T02:52:52.226-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nutrisi Gemah'/><title type='text'>Menuju Bogor Produksi Padi Mandiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RAwUiiBPNbs/SyoMG5SLQFI/AAAAAAAAAAM/uD7w1imCnzk/s1600-h/SSA44346.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RAwUiiBPNbs/SyoMG5SLQFI/AAAAAAAAAAM/uD7w1imCnzk/s320/SSA44346.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416154814462246994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CIndra%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;MENUJU &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;BOGOR&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; PRODUKSI PADI MANDIRI&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Seperti kita ketahui bersama bahwa padi merupakan sumber makanan pokok masyarakat kita pada umumnya, dan sesuai dengan program pemerintah yang mencanangkan kenaikan produksi beras sebanyak 3% untuk tahun 2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Untuk mewujudkan hal tersebut harus di dukung oleh sarana dan prasarana dan tekhnologi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang memadai,ini terlihat dari program-program pemerintah melalui departemen pertanian seperti SLPTT, PUAP, BLP, LM3, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kabupaten Bogor saat ini dengan jumlah penduduk ± 4.300.000 jiwa mempunyai tantangan tersendiri untuk memenuhi kebutuhan beras bagi penduduknya, dengan asumsi kebutuhan perjiwa adalah 0.3kg maka Kab.Bogor harus mampu mampu memproduksi beras ± 464.400.000kg/th. jumlah tersebut merupakan jumlah kebutuhan terbesar di seluruh kabupaten di Jawa Barat artinya Kab Bogor dengan luas lahan panen pertahun ± 85.000 ha maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut perhektar sawah harus memproduksi 9 ton/ha,saat ini kamampuan produksi gabah Bogor masih di bawah 6 ton/ha artinnya kita baru mampu memproduksi beras ± 306.000.000 kg dan itu berarti Bogor masih kekurangan beras ±158.400.000 kg./thn.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berdasarkan hal tersebut di atas maka kita semua di tuntut untuk bekerja lebih keras lagi guna mewujudkan Bogor menuju kemandirian pangan kami yakin hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil untuk di lakukan,hal ini di dasarkan pada keadaan persawahan di Kab.Bogor yang masih sangat baik di mana penggunaan pupuk Anorganik yang tidak berlebihan selama ini,jika hal ini bisa di lakukan maka bukan tidak mungkin Bogor akan menjadi pilot untuk program ketahanan pangan Nasional hal tersebut berdasarkan jumlah penduduk yang paling banyak di Jabar dan area persawahan yang tidak terlalu luas di banding dengan wilayah lain yang ada di Jabar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Untuk mewujudkan hal tersebut tentunnya di butuhkan kerjasama yang sangat baik dari berbagai pihak yang berhubungan dengan sektor pertanian khususnya padi,dengan cara inilah kita akan mampu menjadikan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebagai wilayah yang patut untuk di perhitungkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam hal kamandirian pangan daerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kami yakin ini merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan hal tersebut,dan merupakan suatu kebanggaan kita bersama jika bisa menjadikan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebagai kabupaten yang mandiri dalam hal kemandirian pangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berdasarkan hal tersebut diatas kami salah satu perusahaan Pupuk Organik Cair dengan merk dagang &lt;span style="font-size:100%;"&gt;NUTRISI GEMAH&lt;/span&gt; telah melakukan aplikasi-aplikasi di beberapa daerah di Kab.Bogor dan beberapa kabupaten lainnya di Jawa Barat,khusus di Wilayah Kab.Bogor kami telah membuktikan komitment kami sebagai salah satu Pupuk Cair Organik yang mampu meningkatkan hasil produksi dan juga mampu menekan biaya produksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ini telah kami buktikan secara langsung di beberapa wilayah di antaranya : Caringin, Cisalada, TuguJaya, CiBalung, Cijeruk, Cibungbulang, Jasinga, Cilambur Rumpin,dan beberapa wilayah lain yang belum panen.dan di luar wilayah Bogor kami juga mengaplikasikan di Garut, Kerawang, Tasik, Indramayu, Sukabumi, Cianjur, serta beberapa wilayah lain seperti Jawa tengah yaitu di wilayah Cilacap, Banyumas, Brebes, Purworejo, Grobogan, Kendal, Salatiga, Batang. Serta di luar pulau Jawa kami telah aplikasikan pula di Pulau Sumatra diantaranya Wilayah Lampung,Bengkulu,Siantar,Serta di Pulau Kalimantan Timur telah kami aplikasikan pula di wilayah Tanah Paser,Babulu,Penajam,dan terakhir kami aplikasikan di Wilayah Sulawesi Yaitu di wilayah Pinrang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dari hasil aplikasi tersebut kami sendiri merasa sangat terkesan atas hasil yang di peroleh dengan rata-rata hasil tertinggi adalah 13.6 ton dan terendah adalah 8.32 ton, jika di rata-ratakan adalah 10 ton/ha ini semua kami yakini bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata keberhasilan dari NUTRISI GEMAH saja akan tetapi juga merupakan keberhasilan Petani,PPL dan system atau pola tanam yang di lakukan oleh para petani. Dan kami juga telah melaksanakan panen raya di BP3K Wilayah Cibungbulang dan kami mendapatkan hasil bataan adalah 6.2 kg dan jika di perhitungkan perhektar adalah 9.92 ton/ha.panen raya tersebut juga di hadiri diantaranya oleh anggota DPRD dari komisi D bagian pertanian, Kepala BP4K, Kepala BP3K, Distanhut, KTNA wilayah setempat, dan juga para petani yang ada di wilayah BP3K Cibungbulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dari hasil aplikasi yang telah kami lakukan tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menjadi motivasi tersendiri bagi kami selaku produsen Pupuk Cair Organik Nutrisi Gemah untuk terus memberikan yang terbaik bagi bagi Kab.Bogor menuju padi mandiri,dan kami sedang berupaya untuk terus melakukan sosialisasi penggunaan Nutrisi Gemah di Kab.Bogor dengan harapan Pemerintah Kab.  Bogor bisa merespon dan bekerjasama dengan kami untuk mewujudkan kembalinya Kab.Bogor sebagai salah satu produsen padi di Jawa Barat.dasar pemikiran tersebut adalah hasil panen yang telah kami dapat yaitu rata-rata 9.5 ton jika kita perhitungkan dengan jumlah kebutuhan Kab.Bogor maka perhitungannya adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Luas panen pertahun &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: 85.000&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Panen / ha&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;: 9.5 ton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jumlah hasil panen&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: 807.500 Ton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Hasil rendeman&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;: 484.500 Ton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kebutuhan beras/tahun&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;: 464.400 Ton&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kelebihan Produksi beras&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;20.100&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ton&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Khusus di Kab.Bogor kami telah bekerjasama dengan BP3K yang ada di Kab.Bogor dan kami yakin bahwa kerjasama ini bisa berjalan dengan baik,dan kami juga berusaha untuk memberikan kerjasama yang lebih baik lagi untuk para petani di Kab.Bogor yaitu dengan cara bantuan yang kami namakan BOP (Bantuan Operasional Petani).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kami ilustrasikan jika Bogor masih memiliki luas area sawah padi adalah 50.000 ha dan bantuan yang kami berikan adalah ± Rp.4.000.000,- maka jika produk kami mampu terserap untuk 10.000 ha maka bantuan yang kami berikan adalah Rp.400.000.000,-/musim maka jika dalam satu tahun penen tersebut 2 (dua) kali panen maka bantuan yang bisa di berikan adalah Rp.800.000.000,-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan itu akan kami perhitungkan untuk penjualan produk kami di seluruh Kab.Bogor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Demikian rangkuman hasil aplikasi NUTRISI GEMAH yang telah kami lakukan di Wilayah Bogor, untuk kedepan kami sangat mengharapkan sekali bisa melakukan kerjasama yang baik dengan pemerintah Kab.Bogor dalam hal pengadaan Pupuk Cair Organik baik berupa bantuan maupun program-program pertanian yang akan di laksanakan oleh pemerintah Kab.Bogor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bogor&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;, 01 November 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Budi.Setiawan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1757033918354071337-5385818320442614086?l=nutrisigemah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/feeds/5385818320442614086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/2009/12/menuju-bogor-produksi-padi-mandiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1757033918354071337/posts/default/5385818320442614086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1757033918354071337/posts/default/5385818320442614086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nutrisigemah.blogspot.com/2009/12/menuju-bogor-produksi-padi-mandiri.html' title='Menuju Bogor Produksi Padi Mandiri'/><author><name>Indra R. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13434368350700376961</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_RAwUiiBPNbs/TSiPmpSKK9I/AAAAAAAAABI/T-WnZV_uBgU/S220/Lighthouse.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RAwUiiBPNbs/SyoMG5SLQFI/AAAAAAAAAAM/uD7w1imCnzk/s72-c/SSA44346.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
